Rabu, 08 Desember 2010

ISMEI Siapkan Rekomendasi Hadapi ACFTA

MAKASSAR, Upeks--Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) mengeluarkan rekomendasi perihal kebijakan-kebijakan dalam menghadapi dampak dari perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) yang diterapkan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.
Apalagi, Departemen Perdagangan telah memutuskan jika barang-barang impor tersebut akan diturunkan di Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Papua. Karena itu, pelaku usaha lokal harus siap menghadapi serbuan barang-barang dari luar negeri tersebut.
Sekjen ISMEI Suryadi Harun dalam keterangan persnya di Kopi Zone Makassar, Rabu (31/3), mengatakan, rekomendasi ISMEI terdiri dari, penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tetapi dikhususkan pada sektor unggulan Sulsel, misalnya markisa, sutera, marmer dan cokelat. "Penguatan UMKM dikhususkan untuk komoditi andalan Sulsel," katanya.
Suryadi mengungkapkan, penguatan UMKM harus didorong pula oleh pihak perbankan. Suku bunga bank harus ditekan pada tingkat suku bunga untuk membantu para pelaku usaha yang ingin mengambil kredit usaha.
"Suku bunga tidak boleh terlalu tinggi, karena akan membebani pengusaha," ujarnya.
Disamping itu, untuk mendukung penguatan UMKM dari perdagangan bebas, maka DPRD Provinsi Sulsel harus menyiapkan regulasi yang jelas untuk melindungi UMKM Sulsel.(www.ujungpandangekspres.com)