Rabu, 01 September 2010

Kalimantan Berdialog 2010

PRIYOMBODO/HARIAN KOMPAS
Minggu, 31 Januari 2010 | 14:33 WITA
BANJARMASIN - Mahasiswa Fakultas Ekonomi  Universitas Lambung Mangkurat ( Fekon Unlam) Banjarmasin akan ikut ambil bagian dalam "Kalimantan Berdialog" di Universitas Borneo Tarakan, Kalimantan Timur (Kaltim), yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, 3-7 Februari 2010.

Kehadiran di forum Kalimantan Berdialog yang akan membahas ekonomi perbatasan itu sebagai salah satu bentuk partisipasi atau bagian pengabdian kepada masyarakat, ujar Bendahara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fekon Unlam, Dewi Sartika, di Banjarmasin, Minggu.

Oleh karenanya BEM Fekon Universitas Borneo Tarakan yang merupakan bagian Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) itu, mengambil tema "Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah Wilayah Perbatasan" pada forum Kalimantan Bardialog tersebut.

Dalam forum Kalimantan Berdialog tersebut akan memprediksi fenomena ekonomi secara menyeluruh yang terjadi di wilayah perbatasan, ungkap staf kajian strategis ISMEI yang juga Seketaris Koperasi Mahasiswa (Kopma) Unlam itu. "Karenanya pula dalam forum Kalimantan Berdialog tersebut salah satu topik pembicaraan strategi pengembangan investasi dan mendorong percepatan pembangunan daerah perbatasan," lanjutnya.
   
Ia menerangkan, dalam rangkaian Kalimantan Berdialog selama lima hari di "kota minyak" Tarakan yang berada di wilayah utara "Bumi Mulawarman" Kaltim itu, juga digelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kalimantan ISMEI.

Untuk Rakerwil itu sendiri, antara lain membahas langkah-langkah strategis yang akan dilakukan pada kepengurusan Wilayah IX Kalimantan ISMEI 2009 - 2011, guna kemajuan ISMEI ke depan yang mampu menyumbangkan pemikiran dalam pembangunan wilayah perbatasan. "Kita berharap, dengan terbangunnya ekonomi wilayah perbatasan, mereka yang tinggal di tempat itu tak merasa terpinggirkan dan guna pencitraan Indonesia di dunia internasional, khususnya dengan negara tetangga," demikian Dewi Sartika.
   
Guna menyukseskan Kalimantan Berdialog tersebut, panitia pelaksana mengundang sejumlah perguruan tinggi pada empat provinsi di Pulau Kalimantan, yaitu Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan di Kaltim sendiri.

Khusus untuk Kalsel, panitia mengundang Unlam, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banjarmasin, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Praja, Universitas Achmad Yani dan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary.(ANT)

ISMEI Gelar Seminar Nasional Refleksi Ekonomi Akhir Tahun

Mataram (Suara NTB) -
ISMEI (Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia) menggelar kegiatan seminar nasional Forum Ilmiah dan Pleno yang bertemakan refleki ekonomi akhir tahun. Kegiatan yang menghadirkan nara sumber Gubernur Riau dan anggota Pansus Bank Century. Kegiatan ini berlangsung Senin (28/12) kemarin dan berakhir 1 Januari 2010 mendatang.
Pantauan Suara NTB, Senin kemarin, pembukaan seminar nasional yang dihadiri Penjabat Bupati KLU, HL. Bakri, Ketua DPD KNPI Provinsi NTB, HL. Winengan dan Pembantu Rektor III Unram serta ketua senat mahasiswa ekonomi se-Indonesia. Acara pembukaan seminar nasional itu, menyuguhkan tarian tradisional yang mengisahkan putri mandalika. Pada penghujung acara, para undangan juga dibuat terpukau oleh tari gandrung.
Ditemui usai acara pembukaan, Ketua BEM FE Unram, Diah Ayu Kartika Ningrum mengungkapkan, kegiatan ini merupakan program kerja rutin ISMEI. Pihaknya begitu bangga dipercaya sebagai tuan rumah ISMEI. ''Kita (Mataram, red) terakhir jadi tuan rumah ISMEI tahun 1996,'' tuturnya.
Output dari acara seminar nasional ini, sambung Diah Ayu yang juga Korwil ISMEI untuk daerah Bali dan Nusra, berupa rekomendasi untuk perbaikan perekonomian Indonesia. Mengingat saat ini pun begitu banyak persoalan ekonomi yang muncul di negeri ini. Pascakegiatan yang nantinya juga berlangsung di Wisma Nusantara, para pengurus ISMEI akan langsung mengadakan rapat koordinasi.
Jika ada rekomendasi ISMEI yang kurang mendapat tanggapan, demikian Diah Ayu, pihaknya akan terus menindaklanjutinya. Salah satunya dengan cara mengunjungi instansi terkait dalam rekomendasi tersebut. Misalnya DPR RI, Menko Kesra dan Departemen Perekonomian. Di samping  kegiatan inti refleksi ekonomi akhir tahun, BEM FE Unram juga bertekad membantu Program Gubernur NTB, yakni NTB yang berdaya saing.
''Yang pertama kali ikut ISMEI, banyak yang tidak tahu tentang NTB. Kita ingin gabungkan program Gubernur dan ISMEI. Akan tetapi tidak mengubah intisari acara ini,'' terangnya. Dalam sambutannya, Ketua BEM FE Unram ini, mengaku, kegiatan ini sedianya akan dilaksanakan 17 Desember lalu. Bertepatan dengan HUT Provinsi NTB ke 51. Namun karena puncak peringatan HUT NTB dilaksanakan di Bima, akhirnya kegiatan seminar nasional Forum Ilmiah dan Pleno yang bertemakan refleki ekonomi akhir tahun diundur. (fit) (www.suarantb.com)